Iphov Kumala Sriwana | Just another Weblog Universitas Esa Unggul site

Pemilihan indikator

Pemilihan indikator pengukuran
Pemilihan indikator pengukuran produktivitas harus mengacu pada kebutuhan langsung dari perusahaan berkaitan dengan tujuan perbaikan produktivitas dari perusahaan itu.

Contoh inidkator pengukuran :
Kuantitas Produksi / Kuantitas Penggunaan Tenaga Kerja
Kuantitas Produksi / Kuantitas Penggunaan Material
Kuantitas Produksi / Kuantitas Penggunaan Energi
Jam Kerja Aktual / Jam Kerja Standar
Jam Kerja Tidak Langsung / Jam Kerja Langsung
Lini Produksi Yang Telah Menerapkan Just-ln-Time (JIT) /Total Lini Produk.si
Kuantitas Produk Dalam Proses (WIP) / Kuantitas Produksi Aktual
Tingkat Pemborosan Aktual / Tingkat Pemborosan Yang Direncanakan
Jam Kerja Setup Produksi / Jam Kerja Aktual Produksi
Kuantitas Unit Yang Diterima / Kuantitas Unit Yang Diinspeksi
Kuantitas Produk Cacat / Kuantitas Produksi
Jumlah Lot Yang Diterima Pelanggan / Jumlah Lot Yang Diserahkan
Kuantitas Produksi Berdasarkan Skedul (Rencana Produksi) / Kuantitas Produksi Aktual
Kekurangan Inventor! / Tambahan Inventori
Banyaknya Personel Yang Ditransfer atau Keluar / Banyaknya Personel Bagian Produksi
Kuantitas Material Yang Diterima/ Kuantitas Material Yang Diperiksa
Biaya-biaya Kualitas / Nilai Total Penjualan
Ongkos-ongkos Scrap / Tambahan Material dan Tenaga Kerja Untuk Produksi
Total Jam Untuk Menunggu / Total Jam Kerja Langsung
Nilai Total Penjualan / Nilai Inventori
Ongkos Untuk Perbaikan Dalam Masa Jaminan / Nilai Total Penjualan
Jam Tenaga Kerja Dalam Laporan Yang Ditolak / Jam Tenaga Kerja Yang Dilaporkan
Dan Lain-Lain, Dapat Dikembangkan Sesuai Dengan Kebutuhan Bagian Produksi
Jumlah Pesanan Pembelian Salah / Jumlah Pesanan Pembelian Yang Diaudit
Lot Material Yang Cacat / Lot Material Yang Diperiksa
Lot Material Dari Vendor Yang Tepat Waktu / Lot Material Yang Diterima

Indikator pengukuran bagian pembelian
Nilai Total Penjualan / Nilai Total Pembelian
Total Karyawan Bagian Pembelian / Total Karyawan Perusahaan
Total Pesanan Pembelian / Total Karyawan Bagian Pembelian
Nilai Total Pembelian / Total Karyawan Bagian Pembelian
Nilai Total Pembelian / Total Pesanan Pembelian
Biaya Total Untuk Proses Pemesanan Pembelian / Total Pesanan Pembc Uan
Biaya Total Untuk Proses Pemesanan Pembelian / Nilai Total Pembelian
Biaya Total Untuk Proses Pemesanan Pembelian / Nilai Total Penjualan
Nilai Total Penghematan Bagian Pembelian / Nilai Total Pembelian
Nilai Total Pembelian / Anggaran Bagian Pembelian
Cycle Time Pesanan Pembelian Aktual / Cycle Time Pesanan Pembelian Standar
Nilai Total Pembelian / BanyaknyaPemasok (Vendor)
Banyaknya Vendor Yang Ikut Jusl-ln-Time / Banyaknya Vendor Yang Ada
Dan Lain-Lain, Dapat Dikembangkan Sesuai Dengan Kebutuhan Bagian Pembelian
Jumlah Gambar Yang Dihasilkan / Biaya Total Untuk Menyiapkan Gambar-Gambar
Jumlah Pesanan Perubahan Rekayasa / Jumlah Gambar-Gambar
Jam Tenaga Kerja Langsung / Total Jam Tenaga Kerja Yang Dilaporkan
Proyek-proyek Dengan Rencana / Banyaknya Proyek-proyek
Penggunaan Jam CAD / Jam CAD Yang Tersedia

Indikator pengukuran bagian engineering
Banyaknya Tenaga Kerja Yang Keluai-Masuk / Banyaknya Tenaga Kerja Yang Ada
Banyaknya Pesanan Rekayasa Yang Diterima / Anggaran Bagian Rekayasa
Nilai Total Penjualan / Anggaran Bagian Rekayasa
Nilai Total Keuntungan / Banyaknya Tenaga Kerja Bagian Rekayasa
Cycle Time Pesanan Rekayasa Aktual / Cycle Time Pesanan Rekayasa Standar
Dan Lain-Lain, Dapat Dikembangkan Sesuai Dengan Kebutuhan Bagian Rekayasa

Indikator pengukuran bagian pemasaran
Volume Penjualan / Jumlah Tenaga Kerja Bagian Penjualan
Persentase dari Kuantitas Penjualan Aktual / Kuota Penjualan Yang Dircncanakan
Persentase dari Tingkat Kepuasan Pelanggan (Banyaknya Pelanggan Yang Puas / Total
Pelanggan Yang Ada)
Cycle Time Proses Pemasaran Aktual / Cycle Time Proses Pemasaran Standar
Nilai Total Penjualan / Ongkos Total Penjualan
Tingkat Perbaikan Proses Pemasaran (Persentase Penurunan Biaya Pemasaran) Per Unit Waktu
(Bulan, Semester, Tahun)
Banyaknya dan Hasil-hasil dari Inovasi Teknik-teknik Penjualan Baru Per Unit Waktu (Bulan,
Semester, Tahun)
Dan Lain-Lain, Dapat Dikembangk

System thinking

System thinking digunakan untuk memahami system dinamis, karena berpikir system merupakan konsep dasar dari pemahaman terhadap system dinamis.

System thinking merupakan suatu konsep di mana suatu system hanya dapat dipahami jika dilihat secara keseluruhan sebagai suatu integritas.

Sistem memiliki karakteristik unik yang tidak dimiliki oleh bagian-bagian dari sistem tersebut. Karakteristik ini terbentuk karena adanya interaksi antar bagian dalam sistem tersebut.

Dalam memahami sistem, ada dua cara yang umum dilakukan yaitu:
Proses analisis mempelajari bagaimana bagian-bagian dari sistem bekerja sehingga didapatkan hasil berupa knowledge mengenai kerja sistem tersebut.

Proses sintesis melihat sistem secara keseluruhan sehingga mendapatkan hasil berupa pemahaman akan sistem tersebut. Cara kedua inilah yang sesuai dengan prinsip dasar dari system thinking.

Dalam memahami sistem, ada dua cara yang umum dilakukan yaitu:
Proses analisis mempelajari bagaimana bagian-bagian dari sistem bekerja sehingga didapatkan hasil berupa knowledge mengenai kerja sistem tersebut.

Proses sintesis melihat sistem secara keseluruhan sehingga mendapatkan hasil berupa pemahaman akan sistem tersebut. Cara kedua inilah yang sesuai dengan prinsip dasar dari system thinking

Model konseptual yang mengunakan konsep variable, akan menghasilkan klasifikasi yang telah dibuat lebih tepat,mantap dan cocok

Spesifikasi dari model konseptual :
– Variabel-variabel tergantung yang merupakan hasil dari tujuan pemodelam
– Variabel-variabel bebas
– Mata rantai penghubung dua kelompok variabel satu sama lain dan untuk menghubungkan variabel-variabel kebijakan

Penegasan model konseptual
Menegaskan batas-batas secara logis untuk penyelidikan dan melayani sebagai petunjuk untuk dapat memperhitungkan tentang apa yang relevan dan apa yang tidak relevan

Pengukuran produktivitas

  • Manfaat Pengukuran Produktivitas dalam Organisasi Perusahaan.

Terdapat beberapa manfaat pengukuranm produktivitas dalam suatu organisasi perusahaan, antara lain:

  1. Perusahaan dapat menilai efisiensi konversi sumber daya agar dapat meningkatkan produktivitas melalui penggunaan sumber daya itu.
  2. Perencanaan sumber daya menjadi lebih efektif dan efidien melalui pengukuran produktivitas, baik didalam perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang.
  3. Tujuan ekonomis dan non ekonomis dari perusahaan dapat diorganisasikan kembali dengan cara memberikan prioritas tertentu yang dipandang dari sudut produktivitas.
  4. Perencanaan target untuk meningkatkan produktivitas dimasa mendatang dapat dimodifikasi kembali berdasarkan informasi pengukuran tingkat produktivitas sekarang.
  5. Strategi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dapat ditetapkan berdasarkan tingkat kesenjangan produktivitas (productivity gap) yang ada diantara tingkat produktivitas yang diukur (produktivitas aktual). Dalam hal ini pengukuran produktivitas akan memberikan informasi dalam mengidentifikasi masalah atau perubahan yang terjadi sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan.
  6. Pengukuran peroduktivitas perusahaan akan menjadi informasi yang bermanfaat dalam membandingkan tingkat produktivitas diantara organisasi perusahaan dalam industri sejenis serta bermanfaat pula untuk informasi produktivitas industri pada skala nasional maupun global.
  7. Nilai-nilai produktivitas yang dihasilkan dari suatu pengukuran dapat menjadi informasi yang berguna untuk merencanakan keuntunmgan dari perusahaan itu.
  8. Pengukuran produktivitas akan menciptakan tindakan-tindakan kompetitif berupa upaya-upaya peningkatan produktivitas terus-menerus (continous produktivity improvement).
  9. Pengukuran produktivitas terus menerus akan memberikan informasi yang bermanfaat untuk menentukan dan mengevaluasi kecenderungan perkembangan produktivitas perusahaan dari waktu ke waktu.
  10. Pengukuran produktivitas akan memberikan informasi yang bermanfaat dalam mengevaluasi perkembangan dan efektifitas dari perbaikan terus menerus yang dilakukan dalam perusahaan itu.
  11. Pengukuran produktivitas akan memberikan motivasi kepada orang-orang untuk terus menerus melakukan perbaikan dan juga akan meningkatkan kepuasan kerja. Orang-orang akan lebih memberikan perhatian kepada pengukuran produktivitas apabila dampak dari perbaikan produktivitas itu terlihat jelas dan dirasakan langsung oleh mereka.
  12. aktifitas perundingan bisnis secara kolektif dapat diselesaikan dengan rasional, apabila telah tersedia ukuran-ukuran produktivitas.

 

 

Masalah sisem

PENGENALAN MASALAH SISTEM

  1. Kreatvitas dan masalah system

Kreativitas berkaitan dengan tersedianya informasi. Konsep dan pengetahuan yang sangat terbatas atau secara parsial, sepotong-sepotong, tidak utuh dalam menangani suatu realita tertentu.

 

Kreativitas adalah kemampuan untuk merumuskan hubungan hubungan baru, meneropong suatu hal dari sudut pandang atau perspektif baru dari beberapa konsep.

 

Contoh :

  • Becak motor (paduan dua buah produk yang berbeda menjadi produk baru)
  • Permen nano-nano yang memberikan cita rasa asam, manis dan asin
  • Shampo two in one, yaitu paduan antara shampo dan conditioner yang sebelumnya merupakan produk yang tersendiri

 

Contoh-ontoh di atas menunjukkan bahwa kreativitas, bersifat spontan, dan tidak dapat diperhitungkan sebelumnya.

 

Kreativitas merupakan hasil olah mental yang mendayagunakan wawasan, pengetahuan, imajinasi, logika intuisi, kejadian-kejadian, kebetulan serta evaluasi yang konstruktif atau lingkungan dan rangsangan-rangsangan eksternal.

 

Maksud kreativitas :

  • Pelarian dari gagasan lama
  • Membuat gagasan-gagasan baru

 

Kreativitas dapat dilihat sebagai:

  • Produkdari perilaku kreatif seperti penemuan-penemuan baru, teori, model, algoritma, karya sastra, musik, model busana
  • Proses dari perilaku kreatif yang mencakup persepsi, belajar, berfikir dan motivasi.

 

Proses kreatif berkaitan dengan kemampuan untuk mengubah (transform) atau menemukan hubungan-hubungan baru yang tidak terduga diantara berbagai informasi.

Kreativitas terdiri dari tiga elemen, yaitu :

  1. Sensitivitas

Mencakup kepekaan untuk melihat adanya persoalan dan menemukan pemecahannya.

  1. Sinergi

Adalah perilaku dari totalitas system yang sukar diperkirakan atas dasar perilaku-perilaku komponennya.

  1. Serendipitas

Arti penting dari kejadian-kejadian yang terjadi secara kebetulan.

 

Ketiga elemen ini biasanya terpatri dalam siklus mental dengan psikologis orang-orang kreatif, yaitu :

  • Memiliki keterampilan analisis dan sintesa
  • Lebih menyukai hal-hal yang kompleks daripada yang sederhana
  • Memiliki keberanian, keingintahuan serta spontanitas

 

Hambatan kreativitas :

  1. Hambatan perceptual, merintangi seseorang untuk memahami hakekat masalah dan atau informasi yang diperlukan untuk memecahkan persoalan, yang muncul dalam bentuk :
  • Kekakuan persepsi
  • Kesulitan untuk menemuan dan mengisolasikan persoalan yang sebenarnya
  • Penambahan pembatas dan asumsi secara mengada-ada sehingga struktur persoalan berubah atau bergeser menjadi persoalan lain.
  • Ketidakmampuan untuk menelaah persoalan dari berbagai sudut pandang.
  1. Hambatan emosional, diantaranya :

–    Katakutan untuk melakukan kesalahan atau menghadapi resiko

–    Ketidakmampuan untuk bersikap toleran pada ketidakpastian

–    Keinginan untuk memperoleh keamanan dan perlindungan

–    Lebih menyukai posisi sebagai penilai daripada pencetus gagasan

–     Memiliki motivasi yang berlebihan untuk mencapai keberhasilan secara cepat (ambisius)

–    Ketidakmampuan membedakan realitas dengan fantasi.

  1. Hambatan kultural dan lingkungan, yaitu norma, nilai-nilai, dan keyakinan yang berlaku di masyarakat serta lingkungan fisik dan sosial yang dekat pada kita
  2. Hambatan intelektual dan ekspresi, yaitu:
  • Kurangnya kemampuan intelektual
  • Tidak mempunyai pengetahuan
  • Tidak ada gagasan
  • Kurang pengalaman dan keahlian untuk menyampaikan gagasan

 

Permasalahan apapun yang dihadapi, pemecahannya menuntut pendekatan yang sistematik, yang penuh dengan kreativitas.

 

Acuan yang sering digunakan adalah pendekatan dengan dasar pemikiran sebab akibat, yang dapat dibagi kedalam lima langkah berikut :

  1. Pendefinisian masalah
  2. Spesifikasi, permasalahan dispesifikasikan ke dalam empat dimensi :
  • Pengenalan (apa)
  • Lokasi (dimana)
  • Timing (kapan)
  • dampak
    1. Mencari sebab-sebab yang mungkin

Harus dipahami pengertian”perbedaan dan perubahan”

Perbedaan adalah keadaan yang terjadi sebelum deviasi mulai (bersifat statis)

Perubahan adalah kejadian yang timbul pada saat deviasi mulai (bersfat dinamis)

  1. Mencari sebab yang paling mungkin

Setiap sebab yang mungkin diuji berdasakan fakta dan dengan dimensi (apa, dimana, kapan, seberapa luas akibatnya)

  1. Menguji kebenaran, untuk mendapatkan penyebab yang sebenarnya yang menimbulkan suatu masalah

Cara verifikasi :

  • Verifikasi berdasar logika : membandingkan hipotesis dengan kaidah-kaidah logis.
  • Verifikasi berdasar realita : membandingkan hipotesis dengan realita

Realita dapat berupa kejadian yang memang terjadi di lapangan atau kejadian yang sengaja diciptakan melalui suatu eksperimen.

 

Hambatan yang dijumpai dalam setiap tahap :

  • Kurang lengkapnya informasi, sehingga tidak semua variable keputusan yang penting tersedia
  • Terdapatnya masalah klasik yang tidak diketahui kapan perubahan atau penyimpangan terjadi
  • Adanya sifat psikologis manusia yang multi dimensi dalam menetapkan letak masalah sebenarnya, sehingga sering mengakibatkan bias pada masalah
  • Kebiasaan menetapkan hipotesis sejak dini tanpa meninjau konteks masalah yang lebih luas.

 

  1. Gejala dan masalah

Gejala adalah kondisi yang memberi tanda timbulnya sebuah masalah

 

III. Masalah system

Cara mendefinisikan masalah :

  1. Perbedaan (Gap)
  • Antara apa yang seharusnya ada dengan apa yang ada dalam kenyataan
  • Antara harapan dan kenyataan
  • Antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia
  • Antara apa yang dirancang dengan kejadian yang sebenarnya
  • Persepsi beberapa orang
  • Antara apa yang sudah diketahui dengan apa yang ingin diketahui
  1. Kesukaran atau kerumitan, dalam hal :
  • Ketiadaan sarana untuk mencapai tujuan
  • Mengidentifikasikan sifat suatu objek
  • Menerangkan suatu kejadian yang tidak diduga sebelumnya
  1. Penyebab kemerosotan

Variabel-variabel bebas yang menyebabkan prestasi suatu system tidak sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan

  1. Situasi yang kacau atau cenderung merugikan
  2. Teka teki atau misteri yang harus dipecahkan

 

Masalah adalah perbedaan atau kesenjangan antara dua status yang berada dalam batas-batas tertentu yang spesifik dan memerlukan pemecahan.

Pemodelan diharapkan dapat memecahkan masalah masalah yang muncul

 

Yang perlu diperhatikan adalah cara untuk mengidentifikasi, memilih, dan merumuskan masalah.

 

Perumusan (formulasi) masalah sulit untuk dilakukan karena yang teramati (observable) biasanya adalah gejala-gejala (systems), bukan masalah sebenarnya.

 

 

 

 

Hello world!

Selamat Datang di Weblog Universitas Esa Unggul.

Website ini dapat digunakan para mahasiswa untuk mengirim tugas yang yang dikerjakan di blog kemudian link ke website online learning dengan cara sebagai berikut :

1. Buka blog milik anda
2. Klik judul tulisan di blog yang akan dikirim atau di link ke web online learning
3. Blok alamat blog yang muncul di kolom alamat situs (URL) lalu klik ‘copy’ dengan mouse
4. Buka web online learning ( http://vle.esaunggul.ac.id )
5. Klik nama mata kuliah yang muncul di halaman depan web online learning.
6. Klik judul tugas online pada topik 4, 6, 8 dan seterusnya atau topik 5, 7, 9, dan seterusnya
7. Klik ‘Add submissiont’
8. Tulis sebuah kalimat, misalnya ‘jawaban’ pada lembar “online text”
9. Blok tulisan tersebut menggunakan mouse
10. Klik gambar “inset/edit link”
11. Klik “paste” pada kolom “Link URL” menggunakan mouse
12. Klik ‘insert”
13. Klik “Save change”

Bila Anda menemui kesulitan, pedoman blog pembelajaran Universitas Esa Unggul dapat diakses di sini : http://elearning.weblog.esaunggul.ac.id

Bila mengalami kesulitan tentang akun internet, silahkan mengubungi Departemen IT, 021-5674223 ext. 273. Bila ada kesulitan teknis pengelolaan blog, silahkan menghubungi DDP.

Regards,
Departemen Dukungan Pembelajaran
Universitas Esa Unggul
ddp@esaunggul.ac.id
021 567 4223 ext 240